Prabowo Ajukan Destry Damayanti Jadi Calon Tunggal Gubernur BI, Surpres Resmi Masuk DPR
Destry Damayanti calon Gubernur BI menjadi sorotan setelah Presiden Prabowo Subianto resmi mengajukan namanya kepada DPR RI. Destry menjadi calon tunggal untuk mengisi posisi Gubernur Bank Indonesia setelah Perry Warjiyo mengundurkan diri dari jabatannya.
Surat Presiden atau Surpres mengenai pencalonan tersebut telah dikirimkan kepada DPR. Selanjutnya, proses pemilihan akan memasuki tahapan di parlemen sebelum keputusan akhir mengenai kepemimpinan baru Bank Indonesia ditetapkan.
Destry Damayanti Jadi Calon Tunggal Gubernur BI
Presiden Prabowo tidak mengirimkan beberapa nama untuk posisi tersebut.
Dalam Surpres yang diterima DPR, Destry Damayanti diajukan sebagai calon tunggal Gubernur Bank Indonesia. Informasi tersebut juga dikonfirmasi dalam pemberitaan pada Senin, 10 Agustus 2026.
Pencalonan Destry sebenarnya tidak terlalu mengejutkan.
Sebelumnya, namanya sudah muncul sebagai kandidat kuat untuk menggantikan Perry Warjiyo. Destry mempunyai pengalaman panjang dalam sektor ekonomi dan keuangan serta saat ini menjabat Deputi Gubernur Senior BI.
Selain itu, setelah Perry Warjiyo mengundurkan diri, pemerintah menetapkan Destry untuk menjalankan tugas Gubernur BI sementara.
Dengan demikian, apabila nantinya mendapat persetujuan DPR, Destry akan melanjutkan kepemimpinan BI dengan status definitif.
Perry Warjiyo Sebelumnya Mengundurkan Diri
Pergantian kepemimpinan Bank Indonesia terjadi setelah Perry Warjiyo mengajukan pengunduran diri.
Pemerintah kemudian secara resmi menerima pengunduran diri tersebut.
Pada 27 Juli 2026, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menjelaskan bahwa pemerintah akan memproses Keputusan Presiden mengenai pemberhentian Perry secara hormat. Pada saat bersamaan, Destry Damayanti menjalankan tugas Gubernur BI sementara.
Situasi tersebut membuat posisi Destry semakin strategis.
Ia tidak hanya menjadi Deputi Gubernur Senior, tetapi juga harus memastikan operasional dan kebijakan bank sentral tetap berjalan selama masa transisi kepemimpinan.
Siapa Destry Damayanti?
Destry Damayanti bukan nama baru dalam kebijakan ekonomi Indonesia.
Ia saat ini merupakan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia. Sebelum berada di BI, Destry memiliki rekam jejak di bidang ekonomi dan keuangan.
Pada 2024, DPR juga telah menyetujui Destry sebagai Deputi Gubernur Senior BI setelah menjalani proses uji kepatutan dan kelayakan di Komisi XI DPR.
Pengalaman tersebut menjadi modal penting jika ia nantinya dipercaya memimpin bank sentral.
Terlebih, Gubernur BI mempunyai peran strategis dalam menentukan arah kebijakan moneter Indonesia.
Surpres Masuk DPR, Apa Tahap Berikutnya?
Pengiriman Surpres belum berarti Destry otomatis menjadi Gubernur BI definitif.
DPR tetap mempunyai peran dalam proses tersebut.
Komisi XI DPR menjadi salah satu pihak penting dalam tahapan pemilihan pimpinan Bank Indonesia. Dalam proses sebelumnya, calon anggota Dewan Gubernur BI menjalani uji kelayakan dan kepatutan atau fit and proper test sebelum memperoleh persetujuan DPR.
Karena itu, pencalonan Destry masih harus mengikuti mekanisme yang berlaku.
Tahapan tersebut penting untuk menilai kompetensi, integritas, rekam jejak, serta pandangan calon mengenai kebijakan moneter dan perekonomian nasional.
DPR Soroti Independensi Bank Indonesia
Salah satu isu yang langsung mendapat perhatian DPR adalah independensi bank sentral.
Anggota Komisi XI DPR RI Martin Manurung menegaskan bahwa Gubernur BI berikutnya harus memiliki integritas, rekam jejak yang kuat, serta kemampuan menjaga independensi Bank Indonesia.
Menurutnya, kredibilitas bank sentral mempunyai pengaruh penting terhadap kepercayaan pasar.
Hal tersebut menjadi relevan karena BI memiliki mandat yang tidak dapat dilepaskan dari stabilitas perekonomian.
Keputusan mengenai suku bunga, stabilitas rupiah, sistem pembayaran, hingga kebijakan makroprudensial dapat memberikan dampak luas terhadap masyarakat dan dunia usaha.
Oleh sebab itu, proses pemilihan Gubernur BI bukan sekadar pergantian pejabat.
Pasar juga akan memperhatikan arah kebijakan yang dibawa pemimpin baru.
Tantangan Besar Menanti Gubernur BI Baru
Apabila mendapat persetujuan DPR, Destry akan menghadapi sejumlah tantangan ekonomi.
Stabilitas nilai tukar rupiah menjadi salah satunya. Selain itu, BI harus terus menjaga inflasi sekaligus mempertimbangkan kondisi pertumbuhan ekonomi.
Koordinasi dengan pemerintah juga tetap diperlukan.
Namun, koordinasi tersebut harus berjalan tanpa menghilangkan independensi Bank Indonesia sebagai bank sentral.
Destry sebelumnya juga terlibat dalam koordinasi melalui Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK). Dalam rapat KSSK bersama Presiden Prabowo pada akhir Juli 2026, pemerintah dan otoritas keuangan membahas penguatan stabilitas sistem keuangan serta kepercayaan pasar.
Pengalaman tersebut dapat menjadi bekal penting dalam menghadapi dinamika ekonomi berikutnya.
Pasar Akan Mengikuti Proses di DPR
Pencalonan Destry Damayanti sebagai calon Gubernur BI berpotensi menjadi perhatian pelaku pasar dalam beberapa waktu ke depan.
Pasalnya, kepemimpinan bank sentral memiliki hubungan erat dengan ekspektasi terhadap kebijakan moneter.
Namun, prosesnya belum selesai.
Destry masih harus melewati mekanisme DPR sebelum dapat ditetapkan sebagai Gubernur BI definitif.
Karena itu, perkembangan proses uji kelayakan dan kepatutan akan menjadi tahapan berikutnya yang perlu diperhatikan.
Untuk saat ini, fakta terbarunya jelas: Presiden Prabowo telah mengirim Surpres kepada DPR dan mengajukan Destry Damayanti sebagai calon tunggal Gubernur Bank Indonesia.