Dubes Qatar Datangi Rumah Jokowi di Solo, Pertemuan 40 Menit Bahas Hubungan Dua Negara dan Timur Tengah
Dubes Qatar menemui Jokowi di Solo meskipun Joko Widodo sudah tidak menjabat sebagai Presiden Republik Indonesia. Pertemuan tersebut menarik perhatian publik karena diplomat Qatar itu datang langsung ke kediaman pribadi Presiden ke-7 RI di kawasan Sumber, Banjarsari, Solo, pada Jumat, 17 Juli 2026.
Duta Besar Qatar untuk Indonesia, Sultan bin Mubarak Saad Al-Dosari, tiba sekitar pukul 09.52 WIB. Jokowi terlihat menyambut langsung tamunya di depan rumah.
Pertemuan kemudian berlangsung secara tertutup. Namun, setelah pertemuan selesai, kedua pihak memberikan sedikit penjelasan mengenai apa yang mereka bicarakan.
Mengapa Dubes Qatar Menemui Jokowi?
Pertanyaan terbesar yang muncul adalah alasan seorang duta besar aktif mengunjungi Jokowi setelah masa jabatannya sebagai presiden berakhir.
Sultan menjelaskan bahwa kunjungannya merupakan courtesy call atau kunjungan kehormatan kepada Jokowi. Agenda tersebut juga disebut telah direncanakan sebelumnya.
Selain itu, Sultan merupakan Duta Besar Qatar untuk Indonesia yang baru. Karena itu, pertemuan tersebut menjadi kesempatan untuk bersilaturahmi sekaligus berbincang mengenai hubungan Qatar dan Indonesia.
Jadi, pertemuan itu tidak menunjukkan Jokowi sedang menjalankan tugas sebagai kepala negara.
Posisi tersebut kini berada di tangan Presiden Prabowo Subianto. Pertemuan di Solo lebih tepat dipahami sebagai kunjungan diplomatik informal kepada mantan Presiden Indonesia.
Jokowi Sambut Dubes Qatar di Kediaman Pribadi
Kedatangan Sultan disambut langsung oleh Jokowi.
“Welcome to Solo, welcome to my home,” ujar Jokowi ketika menyambut tamunya sebelum keduanya memasuki kediaman untuk melakukan pembicaraan tertutup.
Suasana penyambutan terlihat relatif santai.
Jokowi bahkan sempat menanyakan perjalanan Sultan sebelum mempersilahkannya masuk.
Pertemuan keduanya kemudian berlangsung sekitar 40 menit. Setelah pembicaraan selesai, Sultan memberikan keterangan kepada awak media mengenai tujuan kedatangannya.
Hubungan Indonesia-Qatar Ikut Dibicarakan
Sultan mengatakan pembicaraan dengan Jokowi berlangsung ringan.
Salah satu topiknya berkaitan dengan hubungan antara Indonesia dan Qatar. Hal tersebut relevan dengan posisinya sebagai duta besar yang baru bertugas di Indonesia.
Pertemuan ini sekaligus memperlihatkan hubungan personal dan diplomatik yang tetap dapat terjalin dengan mantan kepala negara.
Terlebih, selama sekitar satu dekade menjabat sebagai Presiden RI, Jokowi berinteraksi dengan banyak pemimpin serta diplomat dari berbagai negara.
Namun, tidak ada informasi yang menunjukkan pertemuan tersebut menghasilkan kesepakatan resmi antara pemerintah Indonesia dan Qatar.
Jokowi Justru Banyak Bertanya soal Timur Tengah
Ada satu topik menarik lainnya.
Jokowi mengungkapkan bahwa dirinya banyak bertanya kepada Dubes Qatar mengenai perkembangan situasi di Timur Tengah.
Topik tersebut menjadi relevan karena Qatar mempunyai posisi penting dalam diplomasi kawasan.
Karena itu, kedatangan Sultan memberikan kesempatan kepada Jokowi untuk mendapatkan pandangan mengenai situasi terbaru di kawasan tersebut.
Meski demikian, Jokowi menggambarkan pembicaraan mereka sebagai perbincangan ringan.
Tidak ada keterangan bahwa keduanya membahas negosiasi politik tertentu atau menjalankan misi diplomatik resmi.
Setelah Bertemu, Keduanya Salat Jumat Bersama
Kunjungan tersebut tidak langsung berakhir setelah pertemuan di rumah Jokowi.
Jokowi juga menyampaikan bahwa dirinya menyambut Dubes Qatar di Solo dan sempat melaksanakan salat Jumat bersama. Informasi tersebut turut dibagikan melalui akun media sosial Jokowi.
Momen tersebut semakin memperlihatkan sifat informal dari kunjungan Sultan.
Dengan demikian, rangkaian pertemuan tidak hanya berisi pembicaraan mengenai hubungan kedua negara, tetapi juga kegiatan bersama setelah pertemuan.
Kenapa Jokowi Masih Dikunjungi Diplomat Asing?
Status sebagai mantan presiden tidak otomatis menghilangkan jaringan internasional yang dibangun selama seseorang menjabat.
Jokowi memimpin Indonesia selama dua periode, yakni 2014–2024.
Selama periode tersebut, ia menghadiri berbagai forum internasional dan bertemu dengan banyak kepala negara, kepala pemerintahan, pejabat, serta diplomat asing.
Oleh sebab itu, kunjungan seorang diplomat kepada mantan kepala negara bukan dengan sendirinya sesuatu yang luar biasa secara diplomatik.
Yang perlu dibedakan adalah kapasitas pertemuannya.
Dalam kasus ini, Dubes Qatar menemui Jokowi sebagai kunjungan kehormatan, bukan karena Jokowi sedang mewakili pemerintah Indonesia dalam perundingan resmi.
Tidak Ada Pembahasan Rahasia yang Diumumkan
Karena sebagian pertemuan berlangsung tertutup, muncul pertanyaan mengenai apakah terdapat agenda khusus di balik kunjungan tersebut.
Namun, informasi publik yang tersedia sejauh ini tidak menunjukkan adanya agenda rahasia ataupun kesepakatan politik tertentu.
Sultan menyebut pembicaraan mereka biasa saja dan berkaitan dengan hubungan kedua negara. Jokowi juga mengatakan mereka berbicara mengenai hal-hal ringan dan dirinya banyak bertanya tentang perkembangan Timur Tengah.
Karena itu, klaim mengenai adanya pembicaraan politik rahasia sebaiknya tidak dibuat tanpa bukti tambahan.
Fakta yang dapat diverifikasi adalah Sultan melakukan kunjungan kehormatan, keduanya berbincang sekitar 40 menit, membahas hubungan Indonesia-Qatar serta situasi Timur Tengah, kemudian melakukan kegiatan bersama.
Pertemuan Jokowi dan Dubes Qatar Jadi Perhatian
Kedatangan Dubes Qatar menemui Jokowi di Solo akhirnya menjadi sorotan karena Jokowi kini berstatus Presiden ke-7 RI, bukan presiden yang sedang menjabat.
Namun, penjelasan Sultan memberikan konteks mengenai kunjungan tersebut.
Ia merupakan duta besar baru dan datang dalam rangka courtesy call yang sudah direncanakan.
Sementara itu, Jokowi memanfaatkan pertemuan tersebut untuk bertukar pandangan mengenai situasi internasional, terutama perkembangan Timur Tengah.
Dengan demikian, berdasarkan keterangan yang tersedia, pertemuan tersebut lebih tepat disebut silaturahmi dan pertemuan diplomatik informal daripada agenda resmi pemerintah.