Bangga! Mahasiswa Asal Maluku Nyanyikan “Tanah Airku” Saat Pidato Wisuda di University of York
Momen membanggakan datang dari mahasiswa asal Maluku di University of York, Inggris. Afandi Angkotasan mendapat kesempatan istimewa menjadi student orator dalam prosesi wisuda program magister dan membawa nuansa Indonesia ke panggung akademik internasional.
Afandi tidak hanya menyampaikan pidato di hadapan para wisudawan. Pada penghujung pidatonya, ia menyanyikan lagu nasional “Tanah Airku”. Momen tersebut kemudian menjadi perhatian karena lagu Indonesia bergema dalam salah satu prosesi akademik di Inggris.
Mahasiswa Asal Maluku Jadi Student Orator
Afandi Angkotasan berasal dari Maluku dan menyelesaikan pendidikan magisternya di University of York.
Dalam prosesi wisuda tersebut, Afandi dipercaya menjadi student orator.
Kesempatan itu tentu bukan sekadar tampil di atas panggung. Student orator membawa suara para lulusan sekaligus menyampaikan refleksi mengenai perjalanan akademik mereka.
Afandi menyampaikan pidatonya di hadapan civitas akademika, wisudawan, keluarga, serta tamu yang menghadiri prosesi tersebut.
Momen ini menjadi semakin istimewa karena Afandi berasal dari Indonesia Timur.
Dari Maluku, ia berhasil menempuh pendidikan hingga memperoleh kesempatan berbicara dalam forum akademik internasional.
“Tanah Airku” Bergema di University of York
Bagian yang paling menarik terjadi menjelang akhir pidato.
Afandi memilih membawa identitas Indonesia melalui lagu “Tanah Airku”.
Lagu ciptaan Ibu Soed tersebut dikenal memiliki pesan kuat mengenai kecintaan terhadap Indonesia, termasuk perasaan seseorang yang tetap mengingat tanah kelahirannya meskipun berada jauh dari rumah.
Karena itu, lagu tersebut terasa sangat relevan dengan perjalanan Afandi.
Ia sedang berada ribuan kilometer dari Indonesia. Namun, pada salah satu momen penting dalam perjalanan akademiknya, ia tetap membawa tanah kelahirannya ke atas panggung.
Pidato Wisuda Membawa Identitas Indonesia
Menyanyikan “Tanah Airku” membuat pidato Afandi berbeda.
Ia tidak hanya berbicara mengenai pendidikan dan perjalanan sebagai mahasiswa internasional. Selain itu, Afandi menggunakan kesempatan tersebut untuk memperkenalkan bagian dari identitas Indonesia.
Momen seperti ini memiliki makna tersendiri.
Mahasiswa Indonesia yang belajar di luar negeri tidak hanya membawa nama pribadi. Dalam berbagai kesempatan, mereka juga dapat memperkenalkan budaya dan identitas Indonesia kepada lingkungan internasional.
Afandi melakukan hal tersebut melalui sebuah lagu.
Tidak diperlukan pertunjukan besar. Beberapa bagian dari “Tanah Airku” sudah cukup untuk menghadirkan Indonesia dalam prosesi wisuda tersebut.
Perjalanan dari Maluku hingga Inggris
Keberhasilan Afandi juga memperlihatkan perjalanan pendidikan anak Maluku di tingkat internasional.
Menurut laporan Maluku Terkini, Afandi menyelesaikan studi Master of Public Administration (MPA) di University of York. Ia mendapatkan kesempatan menjadi student orator pada wisuda tersebut.
Pencapaian itu tentunya menjadi bagian penting dalam perjalanan akademiknya.
Terlebih, tampil sebagai perwakilan mahasiswa dalam sebuah prosesi wisuda memberikan kesempatan untuk menyampaikan pengalaman kepada sesama lulusan.
Namun, Afandi memilih memberikan sentuhan yang lebih personal.
Ia membawa kampung halaman dan Indonesia ke dalam pidatonya.
Makna “Tanah Airku” Terasa Semakin Kuat
Pemilihan lagu “Tanah Airku” juga memiliki hubungan kuat dengan kehidupan mahasiswa Indonesia di luar negeri.
Lagu tersebut berbicara mengenai seseorang yang pergi jauh tetapi tidak melupakan tanah kelahirannya. Maknanya menekankan rasa cinta dan kebanggaan terhadap Indonesia meskipun seseorang berada di negeri lain.
Konteks tersebut membuat penampilan Afandi terasa relevan.
Inggris menjadi tempatnya menyelesaikan pendidikan. Sementara itu, Indonesia tetap menjadi tanah air yang dibawanya dalam perjalanan tersebut.
Oleh sebab itu, nyanyian tersebut dapat dipahami sebagai ekspresi kerinduan sekaligus kebanggaan terhadap kampung halaman.
Momen Inspiratif bagi Mahasiswa Indonesia
Kisah mahasiswa asal Maluku di University of York ini juga dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa Indonesia lainnya.
Latar belakang daerah tidak harus menjadi batas untuk memperoleh pengalaman akademik internasional.
Sebaliknya, identitas daerah dapat menjadi sesuatu yang tetap dibawa ketika seseorang memperoleh kesempatan belajar di negara lain.
Afandi memperlihatkan hal tersebut.
Ia datang dari Maluku, menyelesaikan pendidikan magister di Inggris, kemudian mendapat kesempatan menjadi student orator.
Pada akhirnya, panggung tersebut juga digunakannya untuk membawa nama Indonesia.
Pendidikan dan Nasionalisme Bertemu di Panggung Wisuda
Momen Afandi menarik karena mempertemukan dua hal sekaligus, yaitu pencapaian pendidikan dan kecintaan terhadap tanah air.
Wisuda merupakan penanda keberhasilan akademik.
Namun, bagi mahasiswa internasional, wisuda juga dapat menjadi momen untuk mengingat perjalanan panjang dari negara asal hingga menyelesaikan pendidikan di luar negeri.
Afandi mengekspresikannya melalui “Tanah Airku”.
Lagu tersebut sendiri telah lama menjadi salah satu lagu nasional yang digunakan untuk menggambarkan kecintaan terhadap Indonesia dan kerinduan terhadap kampung halaman.
Karena itu, penampilannya memiliki konteks yang kuat.
Dari Maluku Membawa Indonesia ke Panggung Dunia
Pencapaian Afandi menunjukkan bahwa mahasiswa Indonesia dapat memperoleh ruang dalam lingkungan akademik internasional tanpa meninggalkan identitas asalnya.
Kesempatan menjadi student orator di University of York menjadi salah satu pencapaian tersebut.
Namun, momen yang paling membekas justru datang ketika mahasiswa asal Maluku itu menyanyikan “Tanah Airku” di penghujung pidato wisudanya.
Dari Maluku menuju Inggris, perjalanan pendidikan Afandi akhirnya ditutup dengan sebuah pesan sederhana.
Sejauh apa pun seseorang menempuh pendidikan dan menjelajahi dunia, tanah kelahiran tetap dapat menjadi bagian penting dari identitasnya.