September 2, 2026

Banjir Nepal-Tibet Tewaskan 750 Orang, Ribuan Masih Hilang di Tengah Ancaman Banjir Susulan

ebe11dd1-3194-4b7f-8ceb-95e9db7880db

KATHMANDU — Bencana banjir bandang dan longsor yang melanda kawasan perbatasan Nepal dan Tibet, China, terus memakan korban. Hingga Minggu (30/8/2026), jumlah korban tewas telah mencapai 750 orang. Sementara itu, 3.044 orang masih dinyatakan hilang dan operasi pencarian menghadapi kondisi yang semakin sulit.

Berdasarkan data terbaru otoritas kedua negara, 734 korban meninggal berada di Nepal. Sebanyak 2.498 orang lainnya masih hilang.

Di wilayah Tibet, otoritas China melaporkan 16 orang meninggal dan 546 orang hilang. Dengan demikian, total korban meninggal di kedua wilayah mencapai 750 orang.

Tim penyelamat masih berpacu dengan waktu untuk menemukan korban. Namun, hujan, kenaikan debit sungai, lumpur tebal, dan rusaknya infrastruktur membuat operasi SAR berjalan sangat berat.

Ribuan Orang Masih Dicari

Besarnya jumlah korban hilang menjadi salah satu tantangan terbesar dalam banjir Nepal-Tibet.

Di Nepal, 2.498 orang belum ditemukan. Mereka terdiri atas warga setempat, pekerja proyek pembangkit listrik tenaga air, wisatawan asing, serta warga Nepal yang bepergian bersama wisatawan.

Sebanyak 933 orang yang hilang merupakan pekerja proyek pembangkit listrik tenaga air. Selain itu, ratusan warga negara asing juga belum ditemukan.

Sementara itu, China mencatat 546 orang masih hilang di Tibet.

Dari jumlah tersebut, 261 merupakan warga asing dari 23 negara. Mereka antara lain berasal dari Nepal, India, Latvia, Amerika Serikat, dan Inggris.

Operasi SAR Terkendala Cuaca Buruk

Tim SAR menghadapi tantangan besar ketika mencari korban.

Cuaca buruk beberapa kali memaksa operasi pencarian dihentikan sementara. Hujan juga meningkatkan debit sungai sehingga petugas harus berpindah ke tempat yang lebih tinggi demi keselamatan.

Selain itu, medan pegunungan Himalaya membuat akses menuju sejumlah lokasi menjadi sangat sulit.

Jalan dan jembatan rusak akibat diterjang air, lumpur, serta material longsor. Beberapa daerah akhirnya hanya dapat dijangkau menggunakan helikopter.

Namun, penggunaan helikopter juga bergantung pada kondisi cuaca.

Pada beberapa kesempatan, penerbangan harus dihentikan sementara karena jarak pandang dan kondisi atmosfer tidak memungkinkan.

Ancaman Banjir Susulan Muncul

Bahaya belum sepenuhnya berlalu.

Otoritas Nepal kembali mengeluarkan peringatan banjir setelah terjadi peningkatan debit Sungai Bhotekoshi. Warga di daerah terdampak diminta meningkatkan kewaspadaan.

China sebelumnya memberi tahu Nepal mengenai peningkatan aliran air dari kawasan hulu di dataran tinggi Tibet.

Selain itu, tim penyelamat mewaspadai danau yang terbentuk akibat material longsoran dari keruntuhan gletser.

Kekhawatirannya, air yang tertahan dapat meluap atau menyebabkan gelombang banjir baru.

Risiko tersebut menjadi salah satu alasan operasi pencarian sempat dihentikan beberapa kali sejak Jumat.

Bencana Bermula dari Keruntuhan Gletser

Bencana besar ini terjadi pada Rabu, 26 Agustus 2026.

Keruntuhan gletser di kawasan Himalaya memicu longsoran besar yang membawa es, batu, lumpur, dan air menuju sistem sungai di bawahnya.

Material tersebut masuk ke lembah Sungai Lhende Khola dan menghasilkan aliran banjir yang sangat kuat.

Dalam waktu singkat, air dan lumpur menerjang kawasan di sepanjang perbatasan Nepal dan Tibet.

Permukiman, jalan, jembatan, fasilitas listrik, serta proyek pembangkit listrik tenaga air mengalami kerusakan besar.

Banjir juga memutus sejumlah jalur yang sebelumnya menjadi akses utama masyarakat pegunungan.

Pekerja Terjebak di Terowongan

Salah satu operasi paling sulit berlangsung di kawasan proyek pembangkit listrik tenaga air.

Lebih dari 100 pekerja dikhawatirkan terjebak dalam terowongan di kompleks pembangkit setelah banjir membawa lumpur dan material dalam jumlah besar.

Tim penyelamat berusaha mencapai mereka dari luar.

Sebuah pipa berhasil dimasukkan ke salah satu bagian terowongan untuk mengalirkan udara. Langkah tersebut memberikan harapan bagi operasi penyelamatan.

Namun, kondisi struktur, lumpur, dan aliran air membuat proses evakuasi tetap berisiko tinggi.

Pekerja proyek pembangkit memang menjadi salah satu kelompok yang paling terdampak bencana.

Lebih dari 90 Ribu Orang Terdampak

Dampak banjir Nepal-Tibet tidak berhenti pada korban jiwa.

Palang Merah memperkirakan lebih dari 90.000 orang kemungkinan terdampak bencana tersebut.

Ribuan warga harus meninggalkan rumah mereka.

Sebagian kehilangan tempat tinggal, lahan pertanian, kendaraan, serta sumber penghidupan. Pasokan listrik di beberapa daerah juga belum sepenuhnya pulih.

Kerusakan jalan membuat distribusi makanan dan kebutuhan pokok semakin sulit.

Lebuhraya Prithvi, salah satu jalur logistik penting menuju Lembah Kathmandu, juga terdampak. Petugas terus membersihkan material longsor agar jalur tersebut dapat kembali digunakan secara normal.

Ribuan Orang Berhasil Diselamatkan

Di tengah besarnya skala bencana, operasi evakuasi telah menyelamatkan ribuan orang.

Otoritas Nepal mengerahkan personel keamanan dalam jumlah besar untuk membantu pencarian dan evakuasi. Helikopter digunakan untuk membawa korban dari daerah yang sulit dijangkau.

Anadolu melaporkan 8.186 orang telah diselamatkan dalam operasi yang melibatkan hampir 20.000 personel keamanan.

Ratusan pekerja proyek pembangkit listrik dan warga asing juga telah dievakuasi menggunakan helikopter.

Namun, fokus utama masih tertuju pada ribuan orang yang belum ditemukan.

Warga Asing Ikut Menjadi Korban

Bencana juga berdampak besar terhadap warga negara asing.

Kawasan Himalaya yang terdampak merupakan jalur wisata, trekking, dan perjalanan keagamaan. Sejumlah korban berada di wilayah tersebut ketika banjir terjadi.

Di sisi Tibet, 261 warga asing dari 23 negara tercatat masih hilang.

Sementara di Nepal, ratusan wisatawan asing juga belum ditemukan.

Kondisi tersebut membuat penanganan bencana melibatkan koordinasi internasional.

Sejumlah negara telah menawarkan atau mengirimkan bantuan. Nepal juga membutuhkan dukungan teknis, termasuk peralatan komunikasi, transportasi, identifikasi DNA, dan penanganan jenazah.

Kerusakan Infrastruktur Sangat Besar

Banjir menghancurkan sejumlah fasilitas penting di kawasan terdampak.

Jalan, jembatan, jaringan listrik, permukiman, hingga fasilitas pembangkit listrik mengalami kerusakan.

Pada tahap awal bencana, laporan menyebut sedikitnya 19 jembatan dan sekitar 40 kilometer jalan tersapu atau mengalami kerusakan.

Kerusakan tersebut semakin menyulitkan distribusi bantuan.

Petugas harus menggunakan jalur alternatif atau mengandalkan transportasi udara untuk mencapai komunitas yang terisolasi.

Pemerintah Nepal memperkirakan proses rekonstruksi setelah bencana dapat membutuhkan biaya miliaran dolar.

Perubahan Iklim Jadi Perhatian

Penyebab langsung bencana dikaitkan dengan keruntuhan gletser dan longsoran material di kawasan Himalaya.

Namun, peristiwa tersebut kembali memunculkan perhatian terhadap kondisi gletser akibat kenaikan suhu global.

Para ilmuwan menilai peningkatan suhu dapat mempercepat pencairan salju dan mengganggu kestabilan kawasan pegunungan tinggi.

Nepal sendiri telah kehilangan sebagian besar es gletsernya selama beberapa dekade terakhir.

Perubahan tersebut meningkatkan kekhawatiran terhadap ancaman banjir dan longsor di kawasan Himalaya pada masa mendatang.

Meski demikian, penelitian lebih lanjut tetap diperlukan untuk menentukan seberapa besar peran perubahan iklim terhadap satu kejadian bencana tertentu.

Pencarian Korban Terus Dilanjutkan

Hingga 30 Agustus 2026, operasi pencarian belum berakhir.

Tim penyelamat Nepal dan China masih berusaha menjangkau daerah yang tertutup lumpur dan puing. Mereka juga terus mencari ribuan orang yang belum diketahui keberadaannya.

Pada saat bersamaan, petugas harus mengantisipasi kemungkinan banjir baru akibat meningkatnya debit sungai.

Dengan 750 korban meninggal dan 3.044 orang masih hilang, bencana Nepal-Tibet menjadi salah satu bencana lintas perbatasan paling mematikan di kawasan Himalaya dalam beberapa tahun terakhir.

mahjong mahjong mahjong mahjong mahjong mahjong mahjong mahjong mahjong mahjong mahjong mahjong mahjong mahjong mahjong mahjong mahjong mahjong mahjong mahjong mahjong mahjong mahjong mahjong mahjong mahjong mahjong mahjong mahjong mahjong mahjong mahjong mahjong mahjong mahjong mahjong mahjong mahjong mahjong mahjong mahjong mahjong gila4d vertu789 karatetoto karatetoto karatetoto karatetoto karatetoto karatetoto karatetoto karatetoto karatetoto karatetoto karatetoto karatetoto karatetoto karatetoto karatetoto karatetoto karatetoto karatetoto karatetoto karatetoto karatetoto karatetoto karatetoto karatetoto karatetoto slot gacor karatetoto karatetoto karatetoto karatetoto karatetoto karatetoto karatetoto karatetoto karatetoto karatetoto karatetoto karatetoto karatetoto karatetoto karatetoto karatetoto karatetoto kaskus288 sarang288 sarang288 sarang288 sarang288 sarang288 ayamtoto slot gacor slot gacor slot gacor slot gacor slot gacor slot gacor apk slot slot gacor slot gacor slot gacor slot gacor slot gacor slot gacor slot gacor slot gacor slot gacor slot gacor slot gacor ketua288 slot gacor slot gacor slot gacor slot gacor slot gacor slot gacor slot gacor slot gacor slot gacor slot gacor slot gacor slot gacor