BNN Tangkap Bos Gendut Kampung Bahari, Aset Rp39,95 Miliar hingga Uang Miliaran Disita
JAKARTA – BNN menangkap Bos Gendut Kampung Bahari setelah melakukan pengintaian terhadap buronan kasus narkoba tersebut. Pria berinisial MR itu diamankan di kawasan Mangga Besar, Jakarta Barat.
MR sebelumnya masuk dalam daftar buronan BNN. Ia dikaitkan dengan perkara narkotika dalam jumlah besar yang terungkap pada November 2025.
Setelah penangkapan, BNN mengembangkan penyidikan ke dugaan tindak pidana pencucian uang atau TPPU.
Hasilnya, petugas menyita uang tunai sekitar Rp1,277 miliar. Selain itu, BNN menghitung sejumlah aset dengan nilai sekitar Rp39,95 miliar.
BNN Tangkap Bos Gendut Kampung Bahari
Penangkapan MR dilakukan setelah petugas memantau pergerakannya.
Direktur Penindakan dan Pengejaran BNN Brigjen Roy Hardy Siahaan mengatakan petugas mengikuti MR sejak keluar dari Kampung Bahari.
MR kemudian bergerak menuju kawasan Mangga Besar.
Setelah melakukan pengintaian, petugas menangkapnya di sebuah salon kecantikan pada Rabu malam, 12 Agustus 2026.
Penangkapan tersebut kemudian menjadi pintu masuk untuk operasi lanjutan.
Petugas melakukan pengembangan berdasarkan informasi yang diperoleh setelah MR diamankan.
MR Buron Sejak Kasus Narkoba 2025
MR bukan nama baru dalam penyelidikan BNN.
Ia menjadi buronan dalam perkara narkotika yang diungkap pada 7 November 2025. BNN mengaitkan MR dengan kepemilikan sabu dalam jumlah besar.
Sejumlah laporan menyebut jumlah tersebut mencapai sekitar 98 kilogram. Namun, laporan detik menyebut 92 kilogram. Karena terdapat perbedaan angka antarsumber, status MR sebagai buronan kasus narkotika dalam jumlah besar menjadi fakta utama yang lebih aman digunakan.
Setelah berbulan-bulan diburu, keberadaan MR akhirnya terpantau.
Petugas kemudian mengikuti pergerakannya hingga penangkapan berhasil dilakukan.
Penggerebekan Berlanjut ke Kampung Bahari
Setelah MR ditangkap, operasi tidak langsung berakhir.
BNN kemudian melakukan pengembangan di Kampung Bahari, Tanjung Priok, Jakarta Utara.
Operasi tersebut melibatkan BNN dan personel kepolisian.
Namun, petugas mendapat perlawanan saat berada di lokasi. Kelompok yang diduga bagian dari jaringan narkoba melemparkan mercon dan petasan ke arah aparat.
Petugas kemudian menggunakan gas air mata untuk mengendalikan situasi.
BNN Sita Uang Rp1,277 Miliar
Penyidikan terhadap MR juga diarahkan pada dugaan TPPU.
Langkah tersebut dilakukan untuk menelusuri aset yang diduga berkaitan dengan tindak pidana.
Dari pengembangan itu, BNN menyita uang tunai sekitar Rp1,277 miliar.
Selain uang tunai, sejumlah aset juga masuk dalam penyitaan.
BNN memperkirakan nilai keseluruhan aset tersebut mencapai sekitar Rp39,95 miliar.
Nilai tersebut menjadi salah satu bagian penting dalam pengembangan perkara MR.
Kendaraan hingga Barang Berharga Diamankan
Petugas turut mengamankan sejumlah barang dalam pengembangan kasus.
Laporan terbaru menyebut kendaraan seperti BMW dan Vespa termasuk dalam aset yang diamankan. Selain itu, terdapat barang berharga lainnya yang masih berkaitan dengan proses penyidikan.
BNN juga menemukan barang bukti lain saat melakukan operasi.
Barang tersebut mencakup narkotika, senjata api, peluru, senjata tajam, telepon seluler, serta kendaraan.
Seluruh barang tersebut selanjutnya menjadi bagian dari penyidikan.
Dugaan TPPU Ikut Dikembangkan
Penanganan perkara MR tidak berhenti pada kasus narkotika.
BNN juga mengembangkan dugaan pencucian uang.
Menurut Brigjen Roy Hardy Siahaan, penyidik ingin menangani perkara tidak hanya berdasarkan tindak pidana pokok. Aliran uang dan aset yang berkaitan dengan kejahatan juga ditelusuri.
Langkah tersebut penting dalam pemberantasan jaringan narkoba.
Sebab, keuntungan ekonomi menjadi salah satu faktor yang membuat jaringan narkotika dapat terus beroperasi.
Oleh karena itu, penelusuran aset dapat membantu memutus sumber daya keuangan jaringan.
Kampung Bahari Berulang Kali Jadi Sasaran Operasi
Kampung Bahari telah beberapa kali menjadi lokasi operasi pemberantasan narkoba.
Catatan operasi di kawasan tersebut bahkan berlangsung selama lebih dari satu dekade.
Pada 2022, misalnya, sekitar 700 personel gabungan pernah dikerahkan untuk melakukan operasi besar.
Sementara itu, operasi pada Agustus 2026 kembali berfokus pada jaringan yang diduga berkaitan dengan peredaran narkoba di kawasan tersebut.
Penangkapan MR menjadi salah satu perkembangan penting dari operasi terbaru.
BNN Masih Kembangkan Jaringan
Meski MR telah ditangkap, penyidikan belum selesai.
BNN masih menelusuri jaringan yang diduga berhubungan dengannya. Selain itu, penyidik mendalami aliran dana dan aset.
Pihak lain yang diduga terlibat juga masih menjadi bagian dari pengembangan perkara.
Dengan demikian, penangkapan MR bukan akhir dari penyelidikan.
BNN masih berupaya mengungkap struktur jaringan secara lebih luas.
Kasus BNN menangkap Bos Gendut Kampung Bahari juga menunjukkan bahwa penindakan narkotika kini tidak hanya berfokus pada barang bukti. Penelusuran aset dan dugaan pencucian uang turut menjadi bagian penting dalam memutus jaringan narkoba.